Rabu, 09 November 2016

Kata yang tak Terucap

Kata itu.. iya, aku cuman mau bilang kalo . . . seketika aku menghentikan perkataanku. Aku menelan semua kata-kata yang sudah kurangkai sejak awal. Aku tak mampu mengucapkan sepatah katapun dari mulutku. Tenggorokanku terkecat seakan ada sesuatu yang menahan dari dalam. Aku mulai merasakan kakiku bergetar hebat, kedua tanganku mendingin, badanku serasa membeku dan otakku terasa mati disini.

Waktu telah terhenti disini. Kau menungguku mengatakan sesuatu. Kau menatapku seakan aku akan mengatakan sesuatu. Iya. Aku akan mengatakan sesuatu . . . tapi, apa yang terjadi. Bibirku diam membisu. Perasaan yang ingin ku keluarkan sedari tadi telah terbang bersama angin yang membuatku tak bergeming.
Sebenarnya aku tak ingin. Aku tak ingin mengatakan ini.. tapi aku harus, tapi aku ingin, tapi aku . . .
‘aku cuman mau bilang . . .’ oh Tuhan. Apa yang terjadi. Aku sayang dia. Aku masih sangat menyayanginya.. tapi aku harus mengatakan ini.
Kukerahkan semua keberanianku untuk mengatakannya. Hari ini. Harus hari ini.
‘aku cuman mau bilang . . .’
‘apa?’
‘kita putus aja ya’
Napas yang telah tertahan seketika ku lepaskan. Aku berbalik dan melangkah pergi meninggalkan dirimu yang diam membeku. Ku seka keringat yang mengalir ke pipiku.
Aku tersenyum lega. Lega sekali. Ini yang terbaik untuk kita. Setidaknya aku bisa pergi dengan tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar