Sabtu, 12 Juli 2014

Teruntukmu yang Dulu


Kutuliskan beberapa patah kata untukmu.
Teruntukmu... pelengkap hidupku. Dulu.

Terduduk sendu diriku kini
Tak sanggup ku melihat luka yang pilu ini
Tinggallah aku merana sendiri
Tanpa terlihat wujudmu lagi

Terbayang senyummu di benakku
Hilang sudah anganku bersamamu
Bahkan untuk satu jam hangat itu
Tak mampu kita untuk bertemu

Duka yang mendalam terus menghampiri
Hanya bayang-bayangmu yang terus menghantui
Tak ada lagi yang mampu mengobati
Hampir mati untuk menunggumu disini

Seketika muncul sebersit cahaya
Muncul wajahnya tersenyum bahagia
Kini... tak akan ada lagi luka dan airmata
Biarlah kita bahagia dengan cara yang berbeda 

Selasa, 18 Februari 2014

Angan yang Terabaikan

Terdiam.. hening.. hilang..

kata-kata itu begitu tajamnya hingga mampu merobek...mengiris disetiap sisi tubuhku
angan-angan tinggi yang ku impikan telah hanyut...
hanyut ditelan kenyataan pahit yang tercipta olehmu

sayap-sayap malaikat kecil telah patah
kau tak lagi berjalan bersamaku
perjalanan jauh yang tercipta tak mampu lagi aku lalui bersama dirimu

segalanya telah bersemayam dalam kenangan
segalanya telah terkenang dalam ingatan
menggapaimu lagi adalah angan yang terabaikan

kau bagaikan bintang yang hilang di segala penjuru langit
air yang mengalir sekaligus membakar hati yang kini telah mati
serpih-serpih luka yang ku alami tak akan ada yang mampu mengobati

biarlah rasa ini ku simpan didalam kotak hati yang sepi
ku akan selalu menunggu sampai kau kembali