Sabtu, 12 Juli 2014

Teruntukmu yang Dulu


Kutuliskan beberapa patah kata untukmu.
Teruntukmu... pelengkap hidupku. Dulu.

Terduduk sendu diriku kini
Tak sanggup ku melihat luka yang pilu ini
Tinggallah aku merana sendiri
Tanpa terlihat wujudmu lagi

Terbayang senyummu di benakku
Hilang sudah anganku bersamamu
Bahkan untuk satu jam hangat itu
Tak mampu kita untuk bertemu

Duka yang mendalam terus menghampiri
Hanya bayang-bayangmu yang terus menghantui
Tak ada lagi yang mampu mengobati
Hampir mati untuk menunggumu disini

Seketika muncul sebersit cahaya
Muncul wajahnya tersenyum bahagia
Kini... tak akan ada lagi luka dan airmata
Biarlah kita bahagia dengan cara yang berbeda