Apakah kau pernah tahu seberapa besar rasa rasa sayang aku padamu?
Apakah kau pernah mau tahu seberapa dalam rasa rindu yang aku pendam setiap
hari hanya untukmu?
Seharusnya kau tahu itu.. seharusnya kau mengerti itu.. Seharusnya kau mau
tau tentang itu.. tapi apa yang terjadi akhir-akhir ini... Tidakkah ada rasa
sedikit pun lagi untuk kamu mau mengetahui apa yang aku rasakan sekarang? Iya sekarang.
Saat ini.
Mungkin aku memang bukan yang terbaik dari semua makhluk yang pernah ada
dihidupmu. Mungkin aku bukan yang terbaik dalam mengerti apa yang menjadi maumu.
Mungkin aku bukan yang terbaik bagaimana caranya mempertahankan hubungan kita. Yaa..
tapi setidaknya aku mencoba. Aku terus mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam
hidupmu.. aku mencoba menjadi yang terbaik untuk mengerti apa maumu.. aku terus
ingin menjadi yang terbaik dalam menjaga dan mempertahankan hubungan kita. Aku hanya
tidak akan mengulangi kesalahan dulu. Aku tidak akan membuat perjuanganmu dulu
ke aku itu sia-sia. Aku seharusnya bisa lebih dewasa dalam menyikapi semua
masalah yang terjadi. Cuman itu yang ada dipikiranku ketika aku harus kembali jatuh
lagi dan lagi.
Tapi… apakah kamu pernah tahu bagaimana aku disini, bagaimana senang
susahnya aku disini? Apakah kau pernah bertanya lagi tentang hal itu? Iya. Jelas
sekali aku egois. Aku selalu menuntutmu dari semua apa yang aku inginkan tanpa
mengerti bagaimana perasaanmu.. tanpa mengerti bagaimana kondisimu saat itu. Tapi...
itu satu-satunya cara agar aku mendapat perhatianmu kembali. Aku butuh perhatianmu
saat dulu.
Ini semua hanya soal waktu. Waktu yang kau luangkan untuk aku. Waktu dimana
kau bisa berbagi ketika aku telah disini seperti pada saat aku masih disana. Pada
saat kita masih bersama-sama. Sekarang bahkan jarak ini telah tersekat satu
sama lain yang membuat kita semakin jauh.
Kita jauh.. tapi jarak yang jauh ini kenapa harus semakin jauh yang terasa
saat ini. Tidakkah kau merasakannya? Aku tahu.. aku tahu.. kau pasti memikirkanku.
Aku tau itu. Tapi apakah dengan memikirkan khalayan bertemu denganku jauh lebih
penting dibandingkan dengan memberi kabar kepadaku setiap hari? Iya setiap
hari. Kau tentu tahu betapa bahagianya seseorang jika dia mendapatkan pesan
atau ucapan atau panggilan masuk dari orang yang ia sayang, yang ia
tunggu-tunggu. Kalau kau pikir aku gengsi dalam hal ini kau salah. Kau salah
besar.
Bukankah kita harus saling terbuka satu sama lain? Seharusnya kita
bisa..iya seperti dulu. Tapi.. pernahkah kau mengorbankan waktu hanya untuk
sekedar mengevalusi hubungan kita? Apakah kau pernah tahu seberapa sakit yang terjadi
akhir-akhir ini. Perasaan yang harus aku tahan.. perasaan yang enggan keluar karena
suatu kondisi, kondisi dimana kau tidak pernah ada pada saat itu dan suatu
kondisi dimana kau lebih membutuhkan aku. Selalu. Benar aku tidak pernah menyesal
apa yang aku lakukan untukmu tapi kali ini tolong mengertilah. Aku benar-benar
telah kehilangan sosok kau yang dulu selalu ada disaat aku membutuhkan
seseorang.. tiap malam tiap pagi entah berapa tetes yang harus aku keluarkan
untuk kembali bangkit lagi.
Kau tahu aku tidak sekuat itu.. kau tahu aku tidak setegar itu... kau tahu
aku tidak sesabar itu.. kau tahu aku tidak setabah itu… kau tahu aku tidak
sepengertian itu….
Sadarkah kau tentang semua ini? Sadarkah kau berapa banyak airmata yang
jatuh yang tak pernah mau mengerti tentang jarak ini? Sadarkah kau aku
benar-benar membutuhkan dirimu sekarang?
Kau tahu apa yang harus kau lakukan dan aku tau apa yang aku lakukan
sekarang. Sudah seharusnya kita mengenal kembali masing-masing dari kita. Ini yang
kurasakan. Aku juga benar-benar tidak tahu apa yang kau rasakan. Seketika kepala
serasa mau meledak. Entah apalagi yang harus aku lakukan agar membuatmu
mengerti. Kali ini aku benar-benar sangat sangat kecewa padamu. Aku berdiam saat ini cuman ingin
mengerti tentang apa yang terjadi padamu sekaligus mencari tahu tentang apa
yang telah terjadi pada kita.
Apakah aku salah menyayangimu melebihi aku menyayangi diriku sendiri?
. . .
“I will never let you fall, baby” apakah kata-kata ini masih bisa aku
percayai? . . .
Semua... jawabannya ada pada dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar